Institut Binamadani Indonesia resmi menutup kegiatan Praktik Profesi Keguruan Terpadu (PPKT) 2025 yang dilaksanakan di SMPN 176 Cengkareng, Jakarta Barat. Acara penutupan yang berlangsung di lapangan sekolah tersebut dihadiri oleh seluruh siswa, guru, serta jajaran civitas akademika. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, Awaludin, M.Pd, yang juga bertindak sebagai Dosen Pembimbing Lapangan bagi mahasiswa peserta PPKT.
Dalam sambutannya, Awaludin, M.Pd menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak SMPN 176 Cengkareng atas dukungan dan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa Institut Binamadani untuk menjalankan praktik pengajaran. Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk calon pendidik yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam dinamika dunia pendidikan yang sesungguhnya. “Melalui program ini, mahasiswa belajar menjadi guru profesional — guru yang memiliki integritas, kompetensi pedagogik, serta kepekaan sosial dalam menghadapi kebutuhan belajar siswa,” ujarnya.
Awaludin juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar menjadikan pengalaman PPKT sebagai pijakan awal menuju profesionalisme guru. Ia menekankan pentingnya tiga langkah utama yang harus terus dikembangkan, yakni penguasaan ilmu pendidikan secara berkelanjutan, pembentukan karakter sebagai pendidik yang beretika, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman serta teknologi pembelajaran. Dengan bekal tersebut, diharapkan para mahasiswa mampu menjadi pendidik yang inspiratif dan berdaya saing di tengah tantangan dunia pendidikan modern.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 176 Cengkareng menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa Institut Binamadani yang selama dua bulan telah berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Ia menilai, kehadiran mahasiswa PPKT tidak hanya membantu tenaga pendidik, tetapi juga memberikan warna baru dalam proses belajar mengajar. “Kolaborasi antara dunia kampus dan sekolah menengah seperti ini sangat penting. Teori yang dibawa mahasiswa dari perguruan tinggi dapat berpadu dengan praktik nyata di lapangan, sehingga tercipta sinergi positif antar lembaga pendidikan,” tuturnya.
Program Praktik Profesi Keguruan Terpadu (PPKT) merupakan salah satu program unggulan Institut Binamadani Indonesia, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang terdiri atas Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Dilaksanakan selama dua bulan penuh pada semester tujuh, kegiatan ini menjadi wahana implementasi pengetahuan teoritis menjadi pengalaman empiris. Melalui PPKT, Institut Binamadani menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap mengabdikan diri di dunia pendidikan Indonesia.
