Institut Binamadani Indonesia (INBI) bersama Universitas Dharma Indonesia (UDHI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Jurnal sebagai Pengganti Tugas Akhir Skripsi dan Tesis di Aula Dharma, Universitas Dharma Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda kolaboratif kedua institusi dalam mendorong transformasi tugas akhir mahasiswa berbasis publikasi ilmiah. Hadir langsung jajaran Rektorat Institut Binamadani Indonesia beserta seluruh perwakilan dosen dari tiga fakultas sebagai peserta aktif dalam forum akademik tersebut (07/02/2026).
Bertindak sebagai narasumber utama, Nur Rohim Yunus, S.H., LL.M., Ph.D., memaparkan secara komprehensif langkah-langkah strategis dalam penulisan jurnal ilmiah yang terstruktur dan terstandar. Ia menjelaskan bahwa jurnal ilmiah memiliki karakter lebih ringkas, fokus pada temuan utama (novelty), serta ditujukan untuk publikasi pada jurnal terakreditasi atau bereputasi. Berbeda dengan skripsi dan tesis yang bersifat lebih deskriptif dan komprehensif dengan sistematika bab yang panjang, artikel jurnal menuntut ketajaman analisis, kebaruan gagasan, serta kepatuhan pada template dan standar penerbitan ilmiah. Meski demikian, secara substansi, jurnal, skripsi, dan tesis memiliki persamaan mendasar, yakni sama-sama berbasis riset ilmiah, menggunakan metodologi yang sistematis, serta menjunjung tinggi etika akademik dan orisinalitas karya.
Dalam sesi penguatan regulasi, disampaikan pula bahwa kebijakan publikasi ilmiah sebagai bagian dari tugas akhir memiliki dasar normatif yang jelas, salah satunya melalui Surat Edaran Dirjen Dikti No. 152/E/T/2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah. Surat edaran tersebut menegaskan kewajiban mahasiswa program Sarjana untuk menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah, mahasiswa Magister untuk mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, serta mahasiswa Doktor untuk menembus jurnal internasional bereputasi sebagai syarat kelulusan. Regulasi ini menjadi tonggak penting dalam membangun budaya publikasi di perguruan tinggi dan memperkuat relevansi jurnal ilmiah sebagai luaran akademik yang setara dengan skripsi maupun tesis.
Narasumber juga menjelaskan bahwa transisi jurnal sebagai pengganti skripsi dan tesis harus tetap berada dalam koridor penjaminan mutu internal perguruan tinggi. Artikel yang diajukan sebagai tugas akhir harus melalui proses pembimbingan, uji substansi, serta mekanisme review yang terstandar. Dengan demikian, perubahan format tidak mengurangi bobot akademik, melainkan justru meningkatkan kualitas luaran karena mahasiswa didorong menghasilkan karya yang siap diuji oleh komunitas ilmiah melalui proses peer review.
Rektorat Institut Binamadani Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Universitas Dharma Indonesia ini merupakan langkah strategis dalam menyamakan persepsi, standar implementasi, serta tata kelola akademik berbasis publikasi. Kedua institusi berharap, dalam waktu dekat kebijakan jurnal sebagai tugas akhir baik pengganti skripsi maupun tesis dapat diterapkan secara bertahap dan terukur. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi penguatan mutu pendidikan tinggi, peningkatan daya saing lulusan, serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun global.
