Guru Kunci Keberkahan

Dalam ajaran Islam, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji, guru memiliki kedudukan yang sangat mulia dan menjadi kunci keberkahan ilmu. Ilmu yang bermanfaat tidak hanya diperoleh melalui proses belajar secara lahiriah, tetapi juga melalui adab dan penghormatan yang tulus kepada guru. Tanpa adab yang baik, ilmu sering kali tidak memberikan pengaruh atau manfaat yang mendalam bagi penuntutnya.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pengagungan terhadap guru. Seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh ilmu yang benar-benar berkah apabila ia tidak memuliakan ilmu dan ahlinya, yaitu para guru. Sikap memuliakan guru bukanlah bentuk pengkultusan, tetapi wujud penghormatan kepada perantara yang menyampaikan cahaya ilmu dari Allah Swt.

Bentuk adab terhadap guru tercermin dalam sikap rendah hati, mendengarkan dengan penuh perhatian, serta menjaga tata krama ketika berada di hadapan guru. Di antara adab tersebut ialah tidak berjalan atau duduk di tempat yang semestinya menjadi posisi guru, kecuali atas izin, serta selalu mendoakan kebaikan bagi guru. Adab-adab ini menjadi pintu masuk bagi keberkahan dan kedalaman pemahaman seorang murid.

Selain adab, khidmah atau pelayanan kepada guru juga memegang peranan penting. Terdapat ungkapan yang sangat terkenal: “Ilmu diperoleh dengan belajar, tetapi keberkahan ilmu diperoleh dengan khidmah kepada guru.” Melayani, membantu, atau berkhidmah kepada guru menunjukkan kerendahan hati seorang murid sekaligus bentuk pengabdian yang membuka pintu keberkahan dalam dirinya.

Karena peran penting guru, para ulama sering menyebutnya sebagai ayah ruhani bagi murid-muridnya. Syaikh Dr. Muhammad bin Ismail Zain Al-Yamani menegaskan hal ini dalam ucapannya:

العِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَالْبَرَكَةُ بِالْخِدْمَةِ، وَالْمَنْفَعَةُ بِالطَّاعَةِ

yang berarti “Ilmu diperoleh dengan belajar kepada guru, keberkahan diperoleh dengan mengabdi kepada guru, dan kemanfaatan diperoleh dengan menaati guru.” Kalimat ini merangkum betapa pentingnya peran guru dalam perjalanan spiritual dan intelektual seorang penuntut ilmu.

 

Oleh : Dr. H.M Su’aidi, M.Ag