Institut Binamadani Indonesia kembali menggelar agenda Binamadani Goes To School yang kali ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarul Muttaqien I, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam membangun sinergi dengan lembaga pendidikan pesantren, khususnya dalam memperkuat kesiapan santri menghadapi tantangan zaman. Mengusung tema “Kesiapsiagaan Santri Gen Z dalam Menghadapi Era Digital”, agenda ini disambut antusias oleh para santri dan dewan asatidz (12/02/2026).
Hadir sebagai narasumber, Dr. Umar Samsudin, M.S.I dan Dr. Dede Ibrahim, M.Pd, dosen Institut Binamadani Indonesia, yang memberikan pemaparan komprehensif terkait karakteristik Generasi Z serta tantangan yang mereka hadapi di era transformasi digital. Dalam paparannya, Dr. Umar menekankan bahwa santri sebagai bagian dari Generasi Z memiliki keunggulan adaptif terhadap teknologi, cepat belajar, serta terbiasa dengan arus informasi yang dinamis. Namun demikian, kemampuan tersebut harus diimbangi dengan pondasi akidah dan akhlak yang kuat agar tidak terjebak pada dampak negatif digitalisasi.
Sementara itu, Dr. Dede Ibrahim, M.Pd menyoroti pentingnya literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Ia menjelaskan bahwa era digital bukan untuk dihindari, melainkan dihadapi dengan kesiapan intelektual dan spiritual. “Santri hari ini tidak cukup hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki kecakapan digital, kemampuan berpikir kritis, serta etika bermedia yang sesuai dengan ajaran Islam,” ujarnya. Menurutnya, modernisasi dan pemahaman keislaman bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muslim yang unggul.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para santri diajak memahami tantangan nyata Generasi Z, seperti banjir informasi, disrupsi teknologi, budaya instan, hingga ancaman degradasi moral di ruang digital. Narasumber menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual. Kombinasi antara disiplin pesantren dan keterbukaan terhadap inovasi menjadi modal penting dalam melahirkan generasi muslim yang berdaya saing global.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap akses pendidikan tinggi, Institut Binamadani Indonesia juga memberikan program beasiswa khusus bagi santri Pondok Pesantren Daarul Muttaqien I. Program tersebut mencakup potongan beasiswa kuliah sebesar 50 persen hingga lulus bagi santri yang melanjutkan studi di Institut Binamadani Indonesia. Program ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi. Ditambah sebagai penutup, Institut Binamadani Indonesia melakukan Penandatanganan Nota Kerjasama dengan Pondok Pesantren Daarul Muttaqien. Dengan adanya penandatanganan ini, diharapkan terjalin Silaturrahim yang lebih kuat dan solid sebagai sesama lembaga pendidikan dengan berbagai Planning Kegiatan serta Sinergi dalam rangka penguatan nilai – nilai akademis dikedua belah pihak.
Melalui agenda Binamadani Goes To School ini, Institut Binamadani Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun generasi santri yang religius, adaptif, dan siap menghadapi era digital. Sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam menyiapkan Santri Gen Z yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan modernisasi, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat di tengah arus perubahan global.
