
Institut Binamadani Indonesia menggelar Seminar Inspiratif bertajuk “Lulusan INBI Menghantarkan ke Peloporan Bangsa” yang dihadiri puluhan mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi lulusan yang unggul, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Seminar menghadirkan Rektor Institut Binamadani Indonesia, Dr. H. M. Sua’di, M.Ag, serta Wakil Rektor III, H. Awaludin, M.Pd sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Rektor Institut Binamadani Indonesia menekankan bahwa kualitas lulusan tidak hanya dibangun melalui kemampuan akademik, tetapi juga melalui pendidikan karakter yang kuat. Menurutnya, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muslim yang terpelajar, unggul, serta memiliki integritas tinggi di tengah perkembangan zaman. Ia menyebutkan bahwa nilai keislaman yang diterapkan dalam proses pembelajaran di Institut Binamadani Indonesia selama ini menjadi acuan utama dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.
“Karakter adalah pondasi utama. Ketika seseorang memiliki akhlak, disiplin, tanggung jawab, dan nilai keislaman yang kuat, maka ilmu yang dimilikinya akan menjadi manfaat besar bagi masyarakat. Institut Binamadani Indonesia berkomitmen mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus kokoh dalam nilai-nilai Islam, sehingga mampu menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat,” ujar Sua’di dalam penyampaiannya.

Ia menambahkan, setelah karakter terbentuk dengan baik, maka hal tersebut perlu diwujudkan melalui kompetensi nyata dan prestasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, hal ini sejalan dengan pesan Menteri Agama yang menekankan pentingnya lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing serta mampu menunjukkan prestasi konkret, baik dalam bidang keagamaan maupun profesional. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan, pengalaman, dan keterampilan agar siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengabdian sosial.
Rektor juga menyampaikan bahwa banyak lulusan Institut Binamadani Indonesia yang telah membuktikan kompetensinya di berbagai bidang profesi. Ia mencontohkan lulusan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah yang kini aktif menjadi praktisi hukum, bergabung di lembaga bantuan hukum hingga berkiprah di Pengadilan Agama Kota Tangerang. Selain itu, lulusan Perbankan Syariah juga banyak yang menempati posisi strategis di bank-bank syariah, instansi pemerintahan Kota Tangerang hingga tingkat Provinsi Banten. Sementara itu, lulusan Pendidikan Agama Islam telah banyak berkiprah menjadi wakil kepala sekolah, kepala sekolah, hingga membangun startup pendidikan bimbingan belajar yang kini berkembang dengan banyak cabang dan bahkan mendirikan taman kanak-kanak.


Di sisi lain, Wakil Rektor III Institut Binamadani Indonesia, H. Awaludin, M.Pd, menyoroti masih adanya paradigma sempit terkait prospek lulusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Menurutnya, anggapan bahwa lulusan PAI hanya dapat berprofesi sebagai guru tidak sepenuhnya benar. Ia menjelaskan bahwa peluang karier lulusan PAI sangat luas, termasuk menjadi penyuluh agama di Kementerian Agama, konsultan halal di bawah naungan MUI, hingga berbagai profesi lain yang relevan dengan kompetensi keilmuan Islam. “Mahasiswa harus berani melihat peluang lebih luas. Dunia kerja hari ini membutuhkan lulusan yang adaptif, komunikatif, dan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Awaludin juga menegaskan bahwa hal serupa berlaku bagi program studi lainnya, termasuk Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Ia menyebut banyak lulusan PGMI yang tidak hanya berkarier sebagai guru MI, tetapi juga mampu mengajar di tingkat SMP hingga SMA, bahkan meniti karier di luar sektor pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, ia turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memiliki cita-cita yang besar, berani menetapkan target hidup, memperkuat doa dan ikhtiar, serta senantiasa bertawakal kepada Allah SWT. “Kesuksesan tidak datang kepada mereka yang hanya menunggu. Kesuksesan hadir kepada mereka yang berani bermimpi, berjuang dengan sungguh-sungguh, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi proses,” tuturnya menyemangati peserta seminar.

Menutup kegiatan seminar, Rektor Institut Binamadani Indonesia berharap mahasiswa dapat menjadi bagian aktif dalam syiar dan pengembangan kampus melalui kontribusi nyata yang berdampak bagi lingkungan sekitar. Ia mengajak mahasiswa untuk terus berkarya, menjaga nama baik almamater, serta menjadi generasi yang mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat. Seminar ini sekaligus menjadi bukti komitmen Institut Binamadani Indonesia dalam mencetak lulusan unggul, religius, dan kompetitif. Melalui semangat tersebut, Institut Binamadani Indonesia turut mengajak generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan bersama-sama menjadi pelopor perubahan demi masa depan bangsa yang lebih baik.






















