
Institut Binamadani Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Majelis Ta’lim Madinatul Ilmi, Cipondoh, Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus transfer pengetahuan antara civitas akademika dengan masyarakat, khususnya dalam memperkuat kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai fondasi kehidupan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Institut Binamadani Indonesia, Dr. H. M. Sua’idi, M.Ag., bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Mariya Ulpah, M.H., serta diikuti oleh puluhan jemaah Majelis Ta’lim Madinatul Ilmi. Kehadiran pimpinan kampus ini disambut antusias oleh jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari orang tua hingga generasi muda yang memiliki semangat untuk terus belajar.
Dalam kajiannya, Rektor menyampaikan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai sumber ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa ilmu bukan hanya menjadi sarana untuk mencapai kesuksesan duniawi, tetapi juga sebagai jalan menuju kemuliaan di sisi Allah SWT. Secara teoritis, pendidikan berperan dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang sosial-ekonomi yang lebih luas. “Ilmu adalah cahaya kehidupan. Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga,” ujarnya, mengutip nilai-nilai keislaman yang relevan dengan konteks kehidupan modern.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam belajar serta niat yang lurus sebagai bagian dari ibadah. Dalam perspektif pembangunan manusia, pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kemajuan masyarakat secara kolektif. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak pernah berhenti belajar, dalam kondisi apa pun.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Mariya Ulpah, M.H., dalam sesi penyuluhan menyampaikan bahwa pendidikan adalah bagian dari ikhtiar manusia dalam menemukan jati diri dan kebermaknaan hidup. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi yang perlu diasah melalui proses pendidikan yang terarah. Ia juga menegaskan bahwa mencari ilmu adalah bentuk usaha nyata untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik, baik secara pribadi maupun keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut memperkenalkan Program 1.000 Beasiswa Subsidi yang sedang berjalan di Institut Binamadani Indonesia. Program ini ditujukan untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat. Ia mengajak para peserta untuk mendorong anak-anak, saudara, maupun kerabatnya agar tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui program ini. “Kami berharap program ini dapat menjadi jalan bagi generasi muda untuk meraih cita-cita tanpa terhalang biaya, serta menjadi bagian dari perubahan positif di masa depan,” tutupnya dengan penuh harap.

