Institut Binamadani Indonesia Dorong Penguatan SDM Unggul melalui Webinar Pendidikan Tinggi dan Daya Saing Global

Institut Binamadani Indonesia menggelar Webinar Integratif bertajuk “Peran Strategis Perguruan Tinggi Dalam Menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Unggul, Kompeten, dan Berdaya Saing” pada Sabtu, 23 Mei 2026 secara daring. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh pendidikan sebagai narasumber, di antaranya Dr. H. Supandi, M.A. selaku Keynote Speaker, Dr. H. M. Su’aidi, M.Ag. selaku Rektor Institut Binamadani Indonesia, serta Dr. Umar Samsudin, M.S.I. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Binamadani Indonesia. Webinar tersebut menjadi ruang diskusi ilmiah sekaligus refleksi bersama mengenai tantangan pembangunan SDM Indonesia di tengah dinamika global dan perkembangan teknologi yang terus berubah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh puluhan mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam yang mengikuti jalannya webinar secara aktif dan antusias.

Dalam pemaparannya, Dr. H. Supandi, M.A. yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dindikbud Provinsi Banten Tahun 2020–2026 menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis bukan hanya dalam membangun, tetapi juga menciptakan ekosistem SDM yang unggul, inovatif, dan adaptif. Ia menyoroti berbagai data nasional yang menunjukkan bahwa kualitas SDM menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing bangsa. Berdasarkan laporan Human Development Index (HDI) dan sejumlah riset ketenagakerjaan nasional, Indonesia masih menghadapi tantangan pada aspek kompetensi tenaga kerja, literasi digital, hingga kesiapan menghadapi transformasi industri berbasis teknologi. Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya inovasi, riset, penguatan karakter, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia juga mengapresiasi langkah Institut Binamadani Indonesia yang dinilai mulai aktif membangun kultur akademik berbasis integrasi keilmuan, nilai keislaman, dan penguatan kompetensi mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun kehidupan sosial.

Lebih lanjut, Dr. H. Supandi, M.A. menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut untuk tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik semata, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Menurutnya, lembaga pendidikan tinggi harus mampu menyiapkan generasi yang memiliki daya tahan terhadap perubahan global serta mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Ia menyebut bahwa penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, program pengabdian masyarakat, literasi digital, hingga pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam menciptakan SDM unggul dan kompetitif. Dalam konteks tersebut, Institut Binamadani Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil peran strategis melalui penguatan pendidikan integratif yang memadukan akademik, moralitas, dan pengembangan keterampilan praktis.

Sementara itu, Rektor Institut Binamadani Indonesia, Dr. H. M. Su’aidi, M.Ag. dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa perguruan tinggi dapat dikatakan sebagai tonggak kedua pendidikan setelah pendidikan dasar dan menengah. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menyempurnakan proses pembentukan karakter, kompetensi, dan arah masa depan peserta didik. Ia menekankan pentingnya pola sinergi antara pendidikan dasar, menengah, dan tinggi agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul pada bidang tertentu, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan nilai-nilai keislaman yang kuat. “Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang pembinaan moral, karakter, dan peradaban. Di sinilah pentingnya kolaborasi pendidikan yang berkesinambungan,” ujarnya.

Dr. H. M. Su’aidi, M.Ag. juga menjelaskan bahwa Institut Binamadani Indonesia selama ini terus mendorong penguatan pendidikan berbasis integrasi keilmuan dan nilai keislaman melalui berbagai program akademik, seminar, pengabdian masyarakat, serta pengembangan kompetensi mahasiswa. Menurutnya, pembentukan SDM unggul harus dilakukan secara menyeluruh dengan menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial. Ia berharap perguruan tinggi mampu menjadi pusat lahirnya generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi tantangan global, tetapi juga mampu menjaga identitas, etika, dan nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.

Pada sesi berikutnya, Dr. Umar Samsudin, M.S.I. menyoroti bahwa pendidikan tinggi merupakan mesin vital dalam menentukan keberlangsungan kualitas pendidikan seseorang sekaligus menyumbang potensi SDM nasional yang signifikan. Ia menjelaskan bahwa pengembangan keterampilan (skill development) harus terus mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat modern. Berdasarkan sejumlah laporan digital dan survei ketenagakerjaan nasional, Indonesia masih menghadapi persoalan skill gap, rendahnya produktivitas tenaga kerja, serta belum meratanya kemampuan digital dan inovasi di berbagai sektor. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu melakukan transformasi melalui pembelajaran berbasis teknologi, peningkatan riset, pelatihan kompetensi, hingga program upskilling dan reskilling guna mencegah ketertinggalan SDM Indonesia. “Perguruan tinggi tidak boleh hanya melahirkan lulusan, tetapi juga harus mampu mendaur ulang kompetensi masyarakat agar tetap relevan dengan perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Sebagai penutup, webinar integratif ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi akademik yang mampu memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya peran perguruan tinggi dalam menciptakan SDM Indonesia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing global. Institut Binamadani Indonesia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi ilmiah semata, tetapi juga mampu melahirkan gagasan, inovasi, serta langkah konkret dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan keislaman. Melalui kegiatan tersebut, Institut Binamadani Indonesia juga berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program akademik dan pengembangan kompetensi yang relevan guna mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.