Seminar Motivatif INBI: Dorong Generasi Muda Kembangkan Diri untuk Raih Masa Depan Gemilang

Institut Binamadani Indonesia menggelar Seminar Motivatif bertajuk “Pengembangan Diri untuk Meraih Masa Depan” yang dilaksanakan di Aula Institut Binamadani Indonesia pada 26 Mei 2026 lalu. Kegiatan ini menghadirkan ratusan peserta dari kalangan mahasiswa dan generasi muda yang antusias mengikuti rangkaian seminar inspiratif tersebut. Hadir sebagai pemateri Dr. Imam Mahfud, M.M (Dosen Perbankan Syariah INBI & Direktur PT Suryatama Sejati), Eko Suryawadi, M.Si., AWP (Dosen Perbankan Syariah INBI & Praktisi Keuangan Syariah), serta dimoderatori oleh Abdul Rahman, M.A (Dosen Perbankan Syariah INBI & Wirausahawan). Seminar ini menjadi ruang refleksi sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus bertumbuh dan mempersiapkan masa depan dengan lebih matang.

Rektor Institut Binamadani Indonesia, Dr. H. M. Su’aidi, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan diri merupakan bagian dari ikhtiar manusia untuk meningkatkan kualitas diri, baik untuk kehidupan masa kini maupun masa mendatang. Menurutnya, proses tersebut harus dibangun dengan niat yang lurus, kemauan yang kuat, serta konsistensi dalam belajar. Dengan gaya yang humoris dan dekat dengan kalangan muda, ia menyampaikan bahwa “anak muda hari ini jangan cuma rajin scroll media sosial sampai lupa upgrade diri. Jangan sampai hafal jadwal diskon flash sale, tapi lupa jadwal salat dan target masa depan sendiri. Dalam Islam, orang yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung.” Pernyataan tersebut pun disambut tawa sekaligus tepuk tangan para peserta seminar.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Imam Mahfud, M.M menjelaskan bahwa pengembangan diri perlu dimulai dari pondasi berpikir yang optimistis dan kemampuan mengenali potensi diri. Ia mengaitkan hal tersebut dengan konsep growth mindset yang menekankan bahwa kemampuan seseorang dapat terus berkembang melalui proses belajar, pengalaman, dan keberanian menghadapi tantangan. Menurutnya, rasa optimistis menjadi energi utama dalam membangun kualitas diri. Ia juga menegaskan bahwa pengembangan diri tidak boleh dilakukan karena keterpaksaan, sebab hal tersebut justru dapat menimbulkan tekanan dalam perjalanan hidup seseorang. “Kalau ingin sukses, jangan menunggu sempurna untuk mulai. Mulailah dulu, karena pengalaman akan membentuk kesempurnaan itu sendiri. Anak muda jangan takut gagal, sebab kegagalan hanyalah latihan menuju keberhasilan yang lebih besar,” ujarnya penuh semangat.

Tidak hanya berbagi teori, Dr. Imam Mahfud juga membagikan kisah inspiratif mengenai pengalaman dirinya di dunia kerja dan dunia usaha sebagai Direktur PT Suryatama Sejati. Ia menuturkan bahwa perjalanan karier tidak selalu berjalan mudah, namun keberanian mencoba, membangun relasi, serta terus belajar menjadi kunci penting dalam membuka peluang masa depan. Menurutnya, generasi muda harus mulai membiasakan diri keluar dari zona nyaman dan berani menghadapi tantangan baru. “Kesempatan besar sering datang kepada mereka yang mau belajar lebih dulu, bukan kepada mereka yang hanya menunggu keadaan berubah,” ungkapnya. Narasi tersebut memberikan motivasi kuat kepada para peserta untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi persaingan dunia kerja maupun tantangan kehidupan.

Di sisi lain, Eko Suryawadi, M.Si., AWP turut menekankan bahwa pengembangan diri pada dasarnya merupakan sebuah pilihan hidup. Sebagai praktisi ekonomi syariah yang memiliki pengalaman luas hingga berkesempatan melakukan perjalanan ke berbagai negara, ia menyampaikan bahwa cara pandang seseorang terhadap peluang akan menentukan sejauh mana dirinya berkembang. Menurutnya, kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan pantang menyerah menjadi modal utama dalam membangun masa depan. “Saya bisa berada di berbagai tempat dan bertemu banyak orang bukan karena keberuntungan semata, tetapi karena kemauan untuk terus berkembang. Anak muda hari ini harus berani bermimpi besar, sebab masa depan tidak dibangun oleh rasa takut, tetapi oleh keberanian untuk mencoba,” tuturnya. Ia juga mengajak peserta untuk menjadikan kegagalan sebagai proses pembelajaran yang akan memperkuat karakter diri.

Selain seminar utama, kegiatan ini juga menghadirkan sesi coaching clinic yang dilakukan langsung oleh para narasumber di luar ruangan aula. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami potensi diri, mengenali aspek yang perlu dikembangkan, serta mempelajari strategi pengembangan diri secara lebih mendalam. Seminar semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize serta voucher Beasiswa Subsidi kepada seluruh peserta sebagai bentuk dukungan nyata Institut Binamadani Indonesia dalam membantu generasi muda melanjutkan pendidikan tinggi. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi nyata kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.