Rektor Institut Binamadani Indonesia Kukuhkan Mahasiswa Program Magister dalam Kegiatan Stadium General 2026

Institut Binamadani Indonesia (INBI) menggelar Stadium General bagi mahasiswa baru Program Magister Tahun Akademik 2026/2027 di Ruang H Institut Binamadani Indonesia, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang dihadiri jajaran Rektorat dan Dekanat tersebut diikuti kurang lebih 30 mahasiswa Program Magister. Mengangkat tema “Tafsir Al-Qur’an di Era Digital: Peluang, Tantangan dan Urgensi Metode Tafsir Kontekstual”, kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperkuat wawasan keislaman sekaligus memahami tantangan pengembangan ilmu pengetahuan di tengah transformasi digital.

Dalam sambutannya, Rektor Institut Binamadani Indonesia, Dr. H. M. Su’aidi, M.Ag., menegaskan bahwa status sebagai mahasiswa magister membawa tanggung jawab akademis yang lebih besar. Menurutnya, pendidikan pada jenjang S2 tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi harus melahirkan kemampuan untuk mengembangkan ilmu, berpikir kritis, serta memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. “Sebagai individu yang mengenyam pendidikan magister, tentu memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan individu lainnya,” ujarnya. Karena itu, mahasiswa magister dituntut mampu menjadi rujukan, penggerak, sekaligus pemberi solusi atas berbagai persoalan pendidikan dan sosial di lingkungannya.

Rektor juga menekankan pentingnya transformasi pendidikan bagi mahasiswa S2 INBI, khususnya yang mayoritas merupakan pendidik. Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna perubahan, tetapi tampil sebagai pelopor transformasi pendidikan Islam. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat peradaban baru, tidak hanya karena kekayaan sumber daya alam, tetapi juga melalui kekuatan sumber daya manusia dan pendidikan. “Selamat datang mahasiswa S2 yang hadir dalam kuliah umum hari ini. Mahasiswa S2 INBI hendaknya menjadi pelopor transformasi pendidikan Islam,” tegasnya.

Selain transformasi pendidikan, Rektor menyoroti pentingnya penerapan Kurikulum Cinta dan Ekoteologi sebagai gagasan strategis dalam membangun masa depan masyarakat yang damai, adil, dan berkeadaban. Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk mempertemukan keilmuan agama dengan kepedulian terhadap lingkungan serta nilai kasih sayang dan kemanusiaan. Bagi para pendidik, pemahaman tersebut menjadi penting agar proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang memiliki kepedulian sosial, lingkungan, dan kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut, Dr. H. M. Su’aidi juga mengingatkan mahasiswa dan calon lulusan INBI agar memiliki pemikiran yang adaptif dan keterampilan multidimensi. Gelar akademik, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Lulusan INBI diharapkan mampu menjadi pribadi yang multitalenta, adaptif, serta hadir memberikan solusi konkret di tengah masyarakat. “Jangan hanya mengandalkan gelar. Bekali diri dengan berbagai keterampilan dan kemampuan untuk membaca perubahan,” pesannya.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa INBI terus membuka akses pendidikan tinggi melalui berbagai program beasiswa subsidi, tidak hanya bagi mahasiswa Program Sarjana (S1), tetapi juga Program Magister (S2). Upaya tersebut turut diperkuat melalui sinergi dengan Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, khususnya dalam mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia, baik bagi staf Kemenag maupun guru-guru madrasah. “Sudah hampir dua sampai tiga periode, dari mulai staf, koordinator pengawas, penyuluh, MUI kecamatan, hingga bahkan istri dari Kepala Kantor berkuliah Program Magister di Institut Binamadani Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa INBI memberikan dampak, manfaat, sekaligus mendapatkan kepercayaan dari teman-teman semuanya,” ungkapnya.

Kepercayaan tersebut, lanjut Rektor, juga terus berkembang melalui perluasan jejaring kerja sama INBI dengan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) di berbagai wilayah Jakarta, mulai dari Jakarta Barat, Jakarta Pusat hingga Jakarta Timur. Sinergi tersebut turut mendorong semakin banyak anggota dan pengurus KKG PAI yang melanjutkan pendidikan pada Program Magister INBI. “Alhamdulillah, kerja sama yang terbangun memberikan dampak positif dan semakin memperluas akses para pendidik untuk meningkatkan kompetensi akademiknya melalui Program Magister INBI,” tegas Dr. H. M. Su’aidi.

Melalui pelaksanaan Stadium General tersebut, INBI berharap mahasiswa Program Magister Tahun Akademik 2026/2027 mampu menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan hadirnya Program 1.000 Beasiswa Subsidi yang diharapkan dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi masyarakat, khususnya para pendidik dan profesional, untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa mengesampingkan aktivitas dan tanggung jawab pekerjaan. INBI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan dengan perkembangan zaman, serta dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Melalui kualitas akademik, penguatan kompetensi, dan jejaring kolaborasi yang terus dikembangkan, INBI mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif, berkarakter, dan mampu menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.