
Institut Binamadani Indonesia (INBI) menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) pada Sabtu (25/7/2026). Rombongan STISNU dipimpin oleh Wakil Rektor III, Dr. H. Mohamad Mahrusilah, M.A., beserta jajaran. Pertemuan yang berlangsung di Kampus Institut Binamadani Indonesia tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antarlembaga sekaligus membangun sinergi strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.


Kehadiran jajaran STISNU disambut langsung oleh Rektor Institut Binamadani Indonesia, Dr. H. M. Sua’idi, M.Ag., bersama jajaran rektorat. Dalam sambutannya, Rektor INBI menyampaikan bahwa hubungan antara Institut Binamadani Indonesia dan STISNU sesungguhnya telah terjalin jauh melampaui relasi antarlembaga pendidikan tinggi. Menurutnya, kedua institusi memiliki ikatan insaniyah yang kuat karena sama-sama tumbuh dalam semangat dan nilai-nilai ke-NU-an (Nahdliyin), sehingga terdapat kedekatan historis, kultural, dan spiritual yang menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama. “Hubungan kita bukan hanya sebatas sesama perguruan tinggi, tetapi juga sebagai keluarga besar Nahdliyin yang memiliki visi yang sama dalam membangun pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Ikatan nilai inilah yang menjadi modal utama untuk terus berjalan bersama dalam memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Sua’idi menegaskan bahwa sinergi kelembagaan tidak cukup dibangun hanya atas dasar profesionalisme organisasi, melainkan juga harus diperkuat oleh hubungan emosional dan batin yang dilandasi rasa saling percaya, saling mendukung, serta semangat untuk bertumbuh bersama. Menurutnya, silaturahmi dan audiensi yang terjalin tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai kolaborasi konkret yang memberikan dampak positif bagi kedua institusi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan SDM yang pada akhirnya bermuara pada kemaslahatan masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Rektor III Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU), Dr. H. Mohamad Mahrusilah, M.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Institut Binamadani Indonesia atas sambutan hangat yang diberikan. Menurutnya, Institut Binamadani Indonesia bukan lagi sekadar tetangga, melainkan telah menjadi “saudara” yang memiliki semangat perjuangan yang sama dalam memajukan pendidikan tinggi. “Bisa dibilang, kami ini suwun kepada ‘abang’ yang lebih senior dalam dunia pendidikan tinggi. Kami datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk belajar, bertukar pengalaman, dan membangun kolaborasi yang saling menguatkan. Kami meyakini bahwa ketika perguruan tinggi saling bersinergi, maka kualitas pendidikan dan kontribusi kepada masyarakat akan semakin besar,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa STISNU membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya bersama Institut Binamadani Indonesia, khususnya dalam pengembangan penelitian ilmiah, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, penguatan program kemahasiswaan, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang mampu meningkatkan kualitas SDM di kedua institusi. Menurutnya, kolaborasi antarkampus merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis dan kompetitif, sehingga budaya saling berbagi pengalaman dan praktik baik perlu terus dikembangkan.
Audiensi tersebut ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Institut Binamadani Indonesia dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU). Kesepahaman ini mencakup penguatan kerja sama dalam peningkatan kualitas SDM, penelitian, pengembangan kemahasiswaan, pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, serta berbagai bidang lain yang dapat dikolaborasikan di masa mendatang. Melalui kerja sama ini, kedua institusi berharap dapat membangun kemitraan yang berkelanjutan, saling menguatkan kapasitas kelembagaan, serta menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan masyarakat Indonesia.















