
Prestasi dan kontribusi sivitas akademika Institut Binamadani Indonesia (INBI) kembali mendapat perhatian di tingkat nasional. Abdul Ghofur, M.Pd., yang merupakan dosen Institut Binamadani Indonesia, dipercaya menjadi Asesor Nasional dalam kegiatan Ujian Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam kapasitas tersebut, Abdul Ghofur turut menjalankan tugas penilaian, pengujian, dan evaluasi terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an sekitar 6.600 Guru PAI dari berbagai wilayah di Indonesia. Keterlibatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata dosen INBI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di tingkat nasional.

Kegiatan peningkatan kompetensi tersebut merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Agama dalam memastikan para Guru PAI memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik, benar, dan sesuai kaidah ilmu tajwid. Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag RI, M. Munir, menyampaikan bahwa program tahun ini menyasar enam provinsi dengan jumlah peserta sekitar 6.600 guru, meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pelaksanaan uji kompetensi ini memiliki arti penting mengingat Guru PAI tidak hanya berperan menyampaikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga menjadi figur pendidik dan teladan dalam membangun kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an. Melalui proses evaluasi yang terukur, diharapkan kualitas bacaan Al-Qur’an para guru dapat terus ditingkatkan sehingga berdampak langsung terhadap penguatan literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan.
Dalam proses asesmen, terdapat sejumlah aspek kompetensi yang menjadi perhatian dalam menilai kualitas bacaan Al-Qur’an. Beberapa kualifikasi yang relevan sebagai acuan penilaian meliputi makharijul huruf, yakni ketepatan pelafalan huruf berdasarkan tempat keluarnya; shifatul huruf, yaitu ketepatan karakteristik dan sifat setiap huruf; ahkamul huruf, mencakup penerapan hukum-hukum tajwid; ahkamul mad wal qashr, yakni ketepatan panjang dan pendek bacaan; serta fashahah dan kelancaran membaca, termasuk ketepatan waqaf dan ibtida’ (berhenti dan memulai bacaan). Aspek-aspek tersebut sejalan dengan sejumlah instrumen pembelajaran dan penilaian baca Al-Qur’an yang diterbitkan melalui sumber pendidikan Kementerian Agama. Dengan demikian, proses asesmen tidak sekadar mengukur kemampuan melafalkan ayat, tetapi juga memastikan ketepatan kaidah, kualitas pelafalan, dan keteraturan bacaan secara menyeluruh. Penilaian yang objektif, konsisten, dan berlandaskan kompetensi menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas hasil evaluasi.

Bagi Institut Binamadani Indonesia, keterlibatan Abdul Ghofur, M.Pd. sebagai Asesor Nasional merupakan capaian akademik sekaligus wujud pengakuan atas kapasitas dan kompetensi dosen dalam mengambil peran strategis di luar lingkungan perguruan tinggi. INBI senantiasa berkomitmen mendukung pengembangan profesionalisme dosen melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan akademik, keilmuan, dan pengabdian, mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional. Keikutsertaan dosen dalam kegiatan strategis seperti ini diharapkan dapat memperluas wawasan, memperkaya pengalaman profesional, serta memperkuat jejaring kelembagaan. Lebih dari itu, pengalaman dan kompetensi yang diperoleh dosen diharapkan dapat diimplementasikan kembali dalam proses pembelajaran, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman pendidikan yang semakin berkualitas, relevan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi.
Ke depan, Institut Binamadani Indonesia berharap semakin banyak dosen yang mendapatkan kepercayaan untuk berkontribusi dalam berbagai agenda strategis pendidikan dan pengembangan keilmuan di tingkat nasional maupun internasional. INBI meyakini bahwa peningkatan kualitas sumber daya dosen merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun mutu perguruan tinggi. Dosen yang kompeten, berpengalaman, dan memiliki integritas tidak hanya mampu menjalankan tugas pendidikan secara optimal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi dan kapasitas dirinya. Melalui berbagai pencapaian sivitas akademika, Institut Binamadani Indonesia terus berupaya mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan keilmuan, edukatif dalam proses pendidikan, serta religius dalam membentuk karakter lulusan yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki kualitas moral dan integritas.
